Bisnis Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama ? Begini Kiatnya

Bisnis sampingan - tanpabos.comBisnis atau Usaha Sampingan seperti berjualan atau menjadi pengemudi ojek online seusai jam kerja adalah cara yang dapat ditempuh oleh karyawan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ya, memang tingginya kebutuhan hidup terutama di perkotaan besar ditambah lagi biaya pendidikan dan barangkali biaya gaya hidup membuat siapa pun akan memutar otak untuk mencari sumber alternatif pemasukan.

Mencari sumber penghasilan tambahan bagi seorang karyawan adalah sah-sah saja, namun karena ini merupakan kegiatan sampingan maka anda harus bisa memberikan porsi yang sesuai dalam membagi waktu dan fokus kerja. Jangan sampai karena mengurusi kegiatan di luar pekerjaan, akhirnya membuat anda mengantuk di tempat kerja, gagal fokus atau bahkan menjadi pencuri waktu di jam kerja.

Menurut Islam, mencuri waktu di jam kerja bisa dikategorikan dalam perbuatan zhalim dan khianat. Karena anda tidak taat terhadap peraturan yang sebelumnya telah anda setujui saat pertama masuk kerja (akad kerja). Namun lain hal jika anda pengusaha full time, maka anda justru harus mencurahkan fokus pada usaha anda.

Nah, lalu bagaimana jika seorang karyawan ingin menjalankan usaha sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utama ?

Tips Usaha Sampingan untuk Karyawan

Pandai Mengatur Jadwal

Saat anda memutuskan untuk menjalankan usaha sampingan, maka anda telah siap menambah kesibukan. Konsekuensi ini harus dihadapi dan diantisipasi dengan mengatur jadwal kegiatan agar tak berbenturan dengan tugas utama di kantor. Nah, jika anda bekerja di kantor yang tanpa shift, artinya hanya bekerja di siang hari, maka gunakanlah waktu petang hingga sebelum tidur untuk melakukan kegiatan bisnis sampingan anda. Selain itu, akhir pekan bisa anda pergunakan juga untuk memaksimalkan fokus.

Simak Juga :  Tutorial Berjualan di Tokopedia : Menambah Produk Ke Tokopedia

Anda hal lain yang perlu diperhatikan jika anda menjalankan bisnis sampingan secara online (jualan online), anda harus mempunyai partner yang bisa mengurus tugas terutama dalam hal packing barang dan pengirimannya. Partner diperlukan untuk menjamin setiap pesanan pelanggan anda terproses sesuai waktu demi menjaga reputasi usaha anda. Untuk mencari partner, tak perlu jauh-jauh, ajaklah istri atau saudara untuk membantu anda mengurus usaha sampingan seusai mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Jika istri yang membantu, tentu anda tak perlu risau karena istri pasti akan dengan senang hati membantu suami tanpa memikirkan gaji.

Jangan Mengulur Pekerjaan di Kantor

Nah, masih berhubungan dengan di atas. Anda harus mempunyai deadline kapan pekerjaan di kantor harus selesai. Jika bisa selesai dalam satu hari maka segera selesaikan. Pergunakanlah waktu kerja dengan sebaik-baiknya agar tidak berceceran dan delay.

Setelah jam kerja, anda juga tetap harus memperhatikan waktu. Ingat, waktu anda untuk bisnis sampingan sangat terbatas, sehingga jangan sampai habis untuk sekadar nongkrong dan kongkow saja. Anda harus mempunyai time-line yang jelas, misal jika anda berjualan seusai jam kerja, maka anda harus tahu berapa lama mempersiapkan barang, berapa lama untuk bersih-bersih, dan sebagainya.

Mengatur proporsi waktu kerja utama dan bisnis sampingan anda dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis sampingan. Sehingga semangat mencari sumber penghasilan tambahan tercapai tanpa mengganggu pekerjaan utaman.

Jangan Lupa Menjaga Stamina

Seperti yang sudah disampaikan di atas, dengan menjalankan usaha sampingan berarti sudah siap untuk semakin sibuk. Jumlah kegiatan yang bertambah ini tentu akan menambah fokus dan sedikit banyak menambah beban fisik dan pikiran.

Luangkanlah waktu untuk untuk beristirahat minimal satu hari dalam seminggu. Hari Ahad (Minggu), bisa anda jadikan waktu yang tepat untuk beristirahat dan bersenang-senang dengan keluarga. Keluarga dan badan anda juga harus diperhatikan dengan baik.

Simak Juga :  Inilah 10 Kebiasaan Yang Membuat Sukses

Atur Gaji Utama dan Alirannya

Banyak yang gagal dengan bisnis sampingan karena minimnya modal usaha, sehingga seringkali usaha nombok. Lebih buruk lagi, penghasilan tetap dari gaji utama habis terkuras. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut maka sebelum menyuntikkan dana untuk tambahan modal usaha sampingan anda, anda mesti memastikan kebutuhan utama di rumah sudah terpenuhi seluruhnya. Setidaknya, kebutuhan keluarga dalam 1 bulan hingga ke gajian berikutnya harus aman, setelah itu baru anda boleh memberi dana tambahan untuk modal bisnis sampingan.

Hindari mengambil hutang, terutama hutang riba (bunga) (lebih-lebih bagi anda muslim). Hutang dengan bunga akan memberatkan anda di masa mendatang, apalagi jika utang tersebut anda ambil untuk modal awal usaha yang baru dirintis yang anda pun tak tahu bagaimana perjalanan usaha anda tersebut.

Catatan Untuk Para Muslim

Menjalankan bisnis sampingan adalah hak setiap orang demi mendapat penghasilan tambahan. Namun ingat, meski hal tersebut adalah hak anda mejalankannya, masih ada hak Allah yang tak boleh ditinggalkan. Pergunakanlah buatlah to-do-list saat menjalankan bisnis sampingan, sehingga anda tak tertinggal waktu sholat karena terlalu asik dan fokus berbisnis. Sisihkan sedikit dari keuntungan anda untuk berinfaq dan bersedekah. Bila diperlukan mengambil karyawan, ambilah dari orang-orang terdekat yang butuh pekerjaan semisal saudara atau tetangga. Karena dengan demikian, secara tidak langsung bisnis sampingan anda menjadi manfaat bagi orang lain di sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *