Yang perlu diketahui sebelum berbisnis

Bukan Cuma Punya Modal, Ini Yang Perlu Diketahui Sebelum Terjun Bisnis

Yang perlu diketahui sebelum berbisnis

Checklist Sebelum Terjun Bisnis

Anda pernah jalan – jalan ke luar kota dan tersesat karena tak tahu jalan ? Atau bahkan tidak pernah mau pergi karena memang tak punya tujuan? Tak tahu jalan di tempat asing atau bahkan tak mempunyai tujuan akan sangat merepotkan karena anda tak punya persiapan. Begitu juga dengan dunia bisnis. Jika di awal memulai bisnis anda tak punya panduan dan tak tahu akan dibawa ke mana bisnis yang anda jalani, siap-siap saja tersesat. Barangkali bisa pula gagal di tengah jalan karena keburu habis kesabaran. Ya meskipun seharusnya sabar itu gak boleh habis ya !

Untuk menghindari hal tersebut, sebelum terjun bisnis anda harus punya rumusan-rumusan sebagai guide atau panduan awal berbisnis. Nah, panduan tersebut akan kita bahas dalam tulisan tanpabos kali ini.

Persiapan Terjun Bisnis

1. Tahu Produk Yang Dijual

Peta pertama yang harus anda pegang sebelum jadi pebisnis sukses adalah anda wajib tahu seluk beluk produk yang dijual. Anda seharusnya paham betul tentang spesifikisi produk, manfaatnya, bahan baku, dan lainnya sampai apa kelebihan produk anda dibanding produk sejenis di pasaran.

Untuk produk tertentu, jika memungkinkan anda bahkan layak untuk mencoba menggunakan sendiri produk tersebut agar mengerti dengan sangat baik apa-apa benefit yang bisa diperoleh konsumen.

2. Tahu Target Konsumen

Jualan tanpa pembeli atau bisnis tanpa konsumen adalah suatu yang mustahil bisa berjalan. Keduanya harus ada dan saling memberi keuntungan.

Anda sebagai penjual harus tahu siapa yang akan membeli produk anda. Dalam istilah lain, anda harus tahu segmen pasar yang anda bidik. Menentukan target konsumen bisa anda klasifikasikan dengan berbagai variabel tergantung produk apa yang anda jual. Misalnya pembeli berdasarkan gender (pria atau wanita), rentang usia, tingkat pendidikan, lokasi bermukim, dan sebagainya.

Simak Juga :  Bisnis Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama ? Begini Kiatnya

Buat klasifikasi se-spesifik mungkin, karena semakin spesifik target semakin mudah untuk mejual. Anda sebagai penjual bisa memahami calon pelanggan yang spesifik ini dan tahu apa kebutuhan mereka. Hal ini berdampak dan membuat anda bisa fokus ber-inovasi dengan produk atau jasa yang anda jual.

3. Tahu Komparator / Pelaku Bisnis yang Sama

Agak sulit membuat ide bisnis yang benar-benar orisinil, otentik dan belum pernah ada. Kebanyakan model-model bisnis baru yang bermunculan pun berakar dari model bisnis lama dengan tambahan sentuhan inovasi.

Dalam dunia bisnis, meniru atau mencontek bukan sebuah hal yang tabu. Namun ada baiknya, meski meniru anda memberi nilai tambah pada bisnis anda. Gunakan data target konsumen (poin nomor 2 di atas) untuk melakukan inovasi pada produk dan model bisnis anda.

Selain itu, lihat pelaku bisnis di segmen yang sama. Pahami siapa mereka dan jadikan komparator (pembanding) bagaimana bisnis anda bisa lebih baik, serta jadikan role model (contoh) yang bisa bisa anda tiru.

Tapi tetap harus dicatat, tambahkan sentuhan Inovasi.

4. Tahu Cara Berpromosi Yang Tepat

Setelah anda tahu produk, tahu target pasarnya siapa, dan tahu pembanding serta role modelnya, sekarang tinggal bagaimana agar produk laku. Produk baik tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada pembeli yang tahu produk itu baik. Di sini teknik promosilah yang berperan menjangkau dan memberitahu konsumen bahwa ada produk anda yang layak dibeli.

Jenis promosinya dapat anda sesuaikan dengan target konsumen, dan skala promosinya. Misal dengan sebar brosur dan kartu nama, iklan koran, website atau yang sedang nge-trend saat ini yaitu melalui media sosial (sosmed).

Promosi yang benar akan membangun citra bisnis anda di mata pelanggan. Tentu citra bisnis yang baik berdampak pada bisnis anda keseluruhan.

Simak Juga :  Peluang Bisnis Online, Bisnis Termudah Modal Terendah

5. Tahu Variabel Kebutuhan dan Pengeluaran Awal

Sebelum anda menentukan berapa banyak modal awal yang dikeluarkan, anda perlu merumuskan kebutuhan usaha sejak awal. Variabel yang paling umum adalah menghitung biaya-biaya seperti sewa tempat (jika diperliukan), membeli peralatan, bahan baku, listrik, jumlah dan gaji karyawan, serta pengeluaran pulsa atau internet. Anda bisa menyesuaikan dengan format bisnis yang anda jalani.

Rumuskan dengan baik di titik awal ini. Pengeluaran bulan pertama juga seharusnya dimasukkan pada perhitungin ini. Hal ini dengan asumsi bulan pertama bisnis berjalan biasanya belum begitu stabil, dan perlu penyesuaian.

Perhitungan – perhitungan ini harus dilakukan untuk memastikan hanya terjadi satau kali investasi dan bisnis bisa membiayai dirinya sendiri. Setidaknya penghasilan dari bisnis bisa menutupi pengeluaran dalam sebulan (impas), atau biasa disebut Break Event Point (BEP).

Tanpabos akan membahas bagaimana melakukan perhitungan sederhana untuk menentukan berapa besar modal awal, kapan akan BEP, dan berapa lama akan balik modal (ROI / Return Of Investment) dalam tulisan lain. Tunggu di tulisan mendatang.

Dengan mengetahui apa-apa yang harus diketahui sebelum terjun bisnis, maka anda bisa meminimalisir kemungkinan mentok saat memulai bisnis. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *