berkahbekerja di pagi hari

Kiat Mencari Keberkahan Rizki Bagi Pengusaha Muslim

Posted on 286 views

berkahbekerja di pagi hari
Setiap orang pasti menginginkan kebahagian dan kelapangan rizki. Dengan motivasi ini, banyak orang rela melakukan apa pun untuk mencapainya termasuk dengan hal-hal yang haram secara syariat. Bagi anda enterpreneur muslim, tentu melakukan hal semacam ini harus dihindari. Kita harus faham bahwa sumber rizki yang baik akan berakibat baik bagi yang memakannya. Begitu pun sebaliknya, sumber rizki yang haram dan tidak baik maka tidak baik bagi yang memakannya.

Mengingat pentingnya mencari rizki yang baik dan halal, maka Allah Azza wa Jalla telah memberikan petunjuk bagaimana seorang muslim seharusnya menggapai rizki yang diberkahi.

Kunci Keberkahan Sesuai Syariat

1. Bekerja di Pagi Hari

Kunci pertama ini memang sangat sederhana, setiap orang pun pasti mengamalkannya. Pergi bekerja di pagi hari sudah menjadi kebiasaan yang lazim bagi setiap orang. Lalu di mana letak kunci rizkinya?

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam pernah berdoa kepada Allah agar aktivitas yang dilakukan umatnya di pagi hari lebih diberkahi.

Dari Shakhr bin Wada’ah al-Ghamidi radhiyallahu ‘anhu, Babi shallallahu ‘aliahi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
Allahumma baarik li ummatii fii bukuu rihaa
“Yaa Allah, berikan keberkahan untuk umatku di waktu paginya”. (HR. Abu Daud 2608, Turmudzi 1256, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Para sahabat menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam selalu mengirimkan dan memberangkatkan pasukan di pagi hari. Selain itu, sahabat Shakhr selalu mengawali bisnisnya di pagi hari setelah mendengar doa ini. Ia pun semakin kaya, dan hartanya bertambah.

2. Jujur dan Transparan Dalam Bertransaksi

Dalam sebuah hadits diriwayatkan

Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَفْتَرِقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتِ الْبَرَكَةُ مِنْ بَيْعِهِمَا

al bayyi’aani bil khiyaari maa lam yaftariqaa fain shodaqaa wa bayyanaa buurika lahumaa fii bay’iihimaa wa in katamaa wa kadzabaa muhiqatil barakatu min bay’ihimaa

“Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selagi mereka berada di dalam satu majelis dan belum berpisah. Jika keduanya jujur dan transaparan maka transaksi jual belinya akan diberkahi. Namun jika kedanya dusta dan tidak transparan, keberkahan transaksinya akan dicabut.” (HR. Bukhari 2079 & Muslim 3937)

Dari riwayat tersebut, kita mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam memberikan janji bagi pedagang yang jujur dan transparan bertransaksi maka ia akan diberkahi.

Simak Juga :  [Syariah] Cerdas Mencari Modal Usaha Tanpa Bank, Simak Lengkapnya

Islam sangat mengutamakan aspek kejujuran dalam setiap segmen kehidupan, termasuk dalam jual beli. Semoga bisnis kita diberkahi.

3. Jangan Zalim dalam Harga

Mengambil keuntungan (profit) adalah hak seorang penjual / pedagang. Namun demikian, bukan berarti seorang penjual berhak semena-mena dengan memberikan harga yang tak masuk akal dan jauh dari harga pasaran. Jika harga yang anda beri lebih tinggi dari umumnya pedagang lain menjual, maka anda telah zalim terhadap konsumen. Apalagi jika dimaksudkan untuk membodohi pembeli yang tak melek harga.

Sebaliknya, jika harga yang anda jual jauh lebih rendah dari harga pasaran maka anda berpotensi membunuh usaha orang lain.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, konsumen seyogyanya tidak perlu mengucapkan kata-kata semacam “Berapa harga modalnya?“. Karena harga modal (harga kulak) adalah hak penjual, dan ia boleh merahasiakannya.

4. Menikah Bagi Yang Belum

Allah berjanji dalam al-Quran untuk mereka yang menikah

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Kawinkanlah orang-orang yang masih lajang di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari budak-budak lelaki dan budak-budak perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya” (QS. an-Nur : 32).

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Ada 3 orang yang dijamin oleh Allah untuk membantunya. Orang yang berjihad (berjuang) di jalan Allah, orang yang menikah karena menjaga kehormatan dirinya, dan budak yang hendak menebus dirinya untuk merdeka.” (HR> an-Nasa’i no. 3133, Turudzi no. 1756, dihasankan oleh al-Albani).

Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah berkata “Allah memotivasi hambanya untuk menikah, sebagaimana perintah yang ditunjukkan untuk orang merdeka maupun budak. Dan Allah menjanjikan kepada mereka kecukupan.“. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/51).

Simak Juga :  Wajib Baca : Pilar Bisnis Penopang Struktur Kekuatan Bisnis

Demikian pula dalam keterangan Ibu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

“Carilah kekayaan dalam pernikahan”. (Tafsir Ibnu Katsir 6/51).

Menakar Apa Yang Dibutuhkan

Yang dimaksud dengan menakar adalah, mengukur segala bentuk kebutuhan (pengeluaran bisnis & kebutuhan hidup) agar tidak terjadi hal mubazir. Seperti dalam sebuah hadits,

“Takarlah makanan kalian, niscaya kalian akan diberkahi.” (HR> Ahmad 17177, Bukhari 2128)

Menurut Syaikh as-Sa’di penjelasan makna hadits ini adalah bahwa makanan yang hendak diberikan kepada keluarga, hendaknya ditakar dahulu agar tidak berlebihan dan menghindari sisa yang terbuang. (Fatawa as-Sa’diyah, 7/246)

Meski teks hadits tersebut berbicara mengenai makanan, namun ketentuan ini berlaku untuk kebutuhan habis pakai lainnya. Dalam menjalankan usahan atau bisnis, maka anda perlu menakar setiap pengeluaran, belanja, atau untuk keperluan ekspansi sesuai dengan kemampuan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel ini kami rangkum sebagaiman sumber kutipan http://pengusahamuslim.com/5314-4-pesugihan-yang-syari.html

Gravatar Image
Tanpabos.com disusun sebagai sebuah jurnal tentang kewirausahaan, bisnis online, kerja sampingan dan kisah inspiratif dalam membangun bisnis. Penulis pernah menjadi karyawan swasta, ojek pangkalan, jualan buku, ojek online dan sekarang fokus pada peluang berbisnis secara online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *